Cara kerja QR code vCard
Kode ini berisi kartu kontak dalam format vCard 3.0, format yang sudah puluhan tahun dipakai buku alamat. Contoh singkatnya: BEGIN:VCARD, VERSION:3.0, N:Santoso;Budi;;;, ORG:PT Maju Jaya, TITLE:Manajer, TEL;TYPE=CELL:+6281234567890, EMAIL:[email protected], END:VCARD, masing-masing di barisnya sendiri. Telepon kantor, situs web, alamat, dan catatan hanya ditambahkan jika Anda mengisinya.
Memindainya dengan aplikasi Kamera iPhone atau sebagian besar kamera Android menampilkan pratinjau kontak dengan tombol untuk menyimpan. Orang itu bisa memeriksa dan mengubah detailnya sebelum menyimpan. Tidak perlu internet, karena seluruh kartu ada di dalam kode.
Setiap kolom menambah karakter, dan karakter menambah kotak. Kartu berisi nama, HP, dan email tetap ringkas; menambahkan alamat panjang dan catatan bisa membuat kode dua kali lebih rapat.
Contoh penggunaan
- Kartu nama memuat kode di bagian belakang, sehingga kontak baru masuk ke HP dengan ejaan nama yang benar dan nomor yang sudah rapi.
- Name tag seminar atau pameran memuat kode vCard, lebih cepat daripada bertukar kartu lalu mengetik ulang setelah acara.
- Agen properti menaruh kode di papan “Dijual” dan brosur agar calon pembeli bisa menyimpan nomornya sambil berdiri di depan rumah.
- Meja resepsionis menyediakan kode untuk nomor layanan di luar jam kerja, supaya tamu menyimpannya sebelum pulang.
Tips sebelum mencetak
- Semakin sedikit kolom, semakin renggang kodenya. Di kartu nama kecil, nama, HP, email, dan situs web biasanya sudah cukup.
- Tulis nomor dengan kode negara, seperti +62 812-3456-7890, agar bisa langsung ditelepon oleh kontak dari luar negeri.
- Biarkan catatan singkat atau kosong. Kolom inilah yang paling sering membuat kode terlalu rapat untuk dipindai di kartu nama.
- Simpan kontak dari kode Anda sendiri di iPhone dan HP Android, lalu pastikan nama dan nomor masuk ke kolom yang tepat.